Jangan Terlena Kenikmatan Pemanis Buatan di Dalam Softdrink

Softdrink kerap menjadi teman saat makan bagi sebagian orang, baik anak-anak maupun orang dewasa. Namun hati-hati, di balik manisnya softdrink atau soda, terkandung pahitnya bahaya pemanis buatan.

Mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan berisiko mengundang penyakit, seperti hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung, serta dapat merusak kesehatan gigi anak.

 

Pemanis buatan jenis sakarin pernah dianggap berbahaya terhadap kesehatan kandung kemih dan faktor pemicu kanker. Meski akhirnya berdasarkan penelitian terbaru, sakarin dinyatakan tidak berbahaya, namun penggunaan pemanis buatan sakarin atau jenis lainnya, tetap tidak boleh berlebihan. Berikut adalah beberapa gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat mengonsumsi minuman soda atau softdrink yang mengandung pemanis buatan secara berlebihan.

Diabetes Tipe 2

Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi minuman dengan pemanis buatan sebanyak satu kaleng atau lebih per hari, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 bagi orang dewasa hingga dua kali lipat. Selain itu, risiko pradiabetes juga mengintai anak-anak. Para ahli mencatat bahwa anak-anak yang banyak mengonsumsi minuman soda manis cenderung memiliki berat badan berlebih ketika usianya dewasa.

Dampak lain yang terbukti dapat diakibatkan oleh pemanis buatan adalah menambah nafsu makan, serta menyebabkan gula darah tinggi dan resistensi insulin. Faktor-faktor inilah yang diduga berperan dalam terjadinya diabetes tipe 2 pada orang yang sering mengonsumsi pemanis buatan.

Penyakit Jantung

Sejumlah studi menemukan adanya keterkaitan antara konsumsi rutin minuman softdrink yang mengandung pemanis buatan, dengan meningkatnya peradangan, risiko hipertensi, penyakit jantung koroner, hingga stroke.

Studi yang mengamati kesehatan 90.000 wanita selama dua dekade menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi minuman soda manis lebih dari dua porsi setiap hari, memiliki risiko 40% lebih tinggi terkena serangan jantung atau kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung. Dampak ini dikaitkan dengan efek fruktosa dari gula atau bahan lain yang digunakan untuk mempermanis minuman tesebut.

Efek yang dapat terjadi terkait konsumsi pemanis buatan ini yakni peningkatan gula darah dan kolesterol, serta peradangan yang berkontribusi pada munculnya penyakit jantung.

Terkait hal ini, American Heart Association bersama American Diabetes Association telah mengeluarkan himbauan untuk membatasi penggunaan pemanis buatan demi memerangi obesitas, sindrom metabolik, dan semua faktor risiko penyakit jantung.

Kerusakan Gigi

Softdrink dapat menimbulkan risiko karies gigi karena kandungan gula yang tinggi. Selain itu, minuman bersoda juga dapat menyebabkan erosi lapisan gigi karena asam yang dihasilkan. Oleh karena itu, jangan terlalu sering mengonsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan, dan usahakan untuk membilas mulut dengan air putih setiap kali selesai meminum minuman yang manis.

Masalah Berat Badan

Hindarkan anak-anak dari jenis minuman softdrink ini agar mereka tidak mengalami kegemukan. Sejumlah studi mengaitkan masalah obesitas pada anak dengan konsumsi minuman jenis ini. Minuman soda memiliki jumlah kalori yang besar, namun tidak membuat kenyang, sehingga memicu anak-anak untuk makan lagi setelah mereka meminum softdrink dan yang sejenisnya. Efek ini tidak hanya terjadi pada anak-anak, namun juga pada orang dewasa.

Sebagai alternatif, sediakan minuman yang lebih sehat, seperti susu, jus buah murni dengan sedikit tambahan gula, dan infused water dengan lemon, ketimun, atau buah-buahan lainnya.

Bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga perlu membatasi konsumsi minuman ringan yang mengandung pemanis buatan. Anda dianjurkan untuk tidak menjadikan minum softdrink sebagai kebiasaan sehari-hari.