Cari Tahu Ragam Penyebab Lemak Perut

Pada dasarnya, lemak perut terbagi menjadi dua, yaitu lemak viseral dan lemak subkutan. Lemak viseral merupakan lemak yang tidak terlihat karena tidak berada di bawah kulit, melainkan di sekitar organ dalam tubuh. Sementara lemak subkutan adalah lemak yang berada di bawah kulit dan dapat terlihat, serta dapat dicubit.

Seringkali orang tidak menyadari bila lemak viseral dapat meningkatkan ragam risiko penyakit. Kelebihan lemak viseral bisa menyebabkan tubuh menjadi tidak peka terhadap insulin dan meningkatkan tekanan darah. Beragam penyakit yang berhubungan erat dengan lemak viseral meliputi diabetes, stroke, serangan jantung, kanker payudara, kanker kolorektal dan penyakit Alzheimer. Serupa dengan lemak viseral, lemak subkutan juga dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu apabila sudah terlalu banyak tertimbun di tubuh.

Penyebab Lemak Perut

Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab meningkatkannya lemak perut, di antaranya:

  • Kalori berlebihan
    Salah satu hal yang dipercaya menjadi penyebab menumpuknya lemak perut adalah kurang seimbangnya antara kalori yang dikonsumsi dan yang digunakan.  Untuk mengatasinya, pastikan kalori yang Anda konsumsi sebanding dengan kalori yang Anda bakar setiap harinya.
  • Menu makanan tidak sehat
    Kurang mengonsumsi makanan sehat menjadi salah satu pemicu menumpuknya lemak perut. Agar lemak perut tidak semakin menumpuk, kurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula dan lemak jenuh. Makanan kurang sehat ini mengandung banyak kalori dan jika dikonsumsi berlebihan akan menyebabkan lemak lebih mudah menumpuk. Mulailah memperbanyak konsumsi buah, sayuran, dan bji-bijian utuh setiap harinya.
  • Konsumsi minuman beralkohol
    Terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa menyebabkan menumpuknya lemak perut. Penelitian mengungkapkan bahwa mengonsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak dapat meningkatkan risiko obesitas, termasuk penumpukan lemak di perut.
  • Stres
    Ketika Anda stres, tubuh akan melepaskan hormon kortisol secara berlebihan untuk membantu mengatasi stres. Produksi hormon kortisol yang berlebihan dapat menyebabkan penambahan berat badan, khususnya di area perut.
  • Jarang berolahraga
    Gaya hidup yang tidak sehat dan jarang berolahraga juga memungkinkan diri Anda untuk menimbun lemak di perut lebih banyak. Penelitian membuktikan, wanita yang menonton TV lebih dari tiga jam per hari lebih berisiko terkena obesitas, dibandingkan dengan wanita yang menonton TV kurang dari satu jam per hari. Hal ini menunjukkan kurangnya waktu yang digunakan untuk melakukan aktivitas fisik seperti olahraga menyebabkan seseorang lebih berisiko untuk mengalami penumpukan lemak perut.
  • Gangguan tidur
    Menurut penelitian, gangguan tidur seperti kurang tidur dan sleep apnea bisa membuat Anda lebih berisiko untuk mempunyai lemak di perut. Penderita obesitas dengan sleep apnea dikatakan lebih cenderung memiliki lemak perut yang lebih banyak.
  • Pengaruh usia (menopause)
    Faktor usia juga berpengaruh terhadap timbunan lemak di perut. Seiring bertambahnya usia, massa otot akan mengalami penurunan, hal ini membuat tubuh menjadi lebih sedikit dalam membakar kalori. Selain itu, ketika Anda memasuki masa menopause, hormon estrogen pada wanita juga akan menurun. Penurunan hormon ini membuat distribusi lemak pada tubuh lebih cenderung terjadi di perut.

Selain hal-hal di atas, faktor genetik juga memengaruhi lemak perut Anda. Beberapa orang memiliki bentuk tubuh seperti buah ‘apel’, di mana tubuh bagian atas lebih besar dan lebar dari pada tubuh bagian bagian bawah. Kondisi ini biasanya bergantung pada gen yang diwariskan oleh keluarga.

Lemak perut atau di bagian mana pun di dalam tubuh tentu tidaklah bagus jika terlalu berlebih. Lemak bisa merusak penampilan dan yang lebih membahayakan lagi, lemak menimbulkan beragam penyakit yang dapat membahayakan nyawa. Jaga kesehatan Anda dengan menghindari beragam penyebab lemak perut di atas, dan rajinlah melakukan olahraga setidaknya 30 menit per hari.

Jika sudah melakukan berbagai cara namun lemak perut masih dirasa sulit untuk dikurangi, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan langkah penanganan lebih lanjut.