KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT sehingga penyusunan makalah tentang “Pengaruh E-Commerce Pada Dunia Bisnis Masa Kini” ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya. Selain itu kami ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing mata kuliah ”KOMPUTER & MASYARAKAT” atas bimbingan dan motivasinya.

Komputer Dan Masyarakat adalah mata kuliah yang sangat perlu dikembangkan dan di pahami  mengingat begitu besar peranannya dalam pendidikan, khususnya pada bidang IT dengan kode etik nya dan permasalahan nya  terutama masalah yg kami bahas segala macam bisnis dalam dunia atau bidang komputer.

Penulis menyadari akan kekurangan dalam penyusunan makalah ini. Karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak demi kesempurnaan makalah ini.

Tangerang, 28 Mei 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

 

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Identifikasi Masalah

1.3 Rumusan Masalah

1.4 Tujuan Penulisan

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian E-Commerce

2.2 Manfaat Dan Jenis E-Commerce

2.3 Dampak Negatif E-Commerce

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1       Latar Belakang

Di zaman modern dan serba digital saat ini, teknologi sedang maju dengan pesatnya bahkan sudah menjadi gaya hidup penduduk di dunia. Perkembangan  ini tentu merubah pola pikir dan kehidupan yang berbeda dengan sepuluh tahun yang lalu. Kondisi ini dapat dilihat pada saat ini bahwa tidak ada jarak antara satu orang dengan yang lain meskipun sedang berada di luar kota ataupun di luar negeri. Dalam dunia bisnis juga tidak ingin tertinggal untuk memanfaatkan kemajuan teknologi karena memberikan banyak kemudahan dan kelancaran dalam transaksinya.

 

1.2       Identifikasi Masalah

Permasalahan penelitian yang penulis ajukan ini dapat diidentifikasi permasalahannya sebagai berikut :

  • Pengertian E-Commerce
  • Manfaat Dan Jenis E-Commerce
  • Dampak Negatif Dari E-Commerce

 

1.3       Rumusan Masalah

  • Apa pengertian E-Commerce?
  • Apa saja manfaat dan jenis E-Commerce?
  • Bagaimana Dampak Negatif dari E-Commerce?

 

1.4       Tujuan Penulisan

  • Dapat mengetahui pengertian E-Commerce
  • Dapat mengetahui manfaat dan jenis E-Commerce
  • Dapat mengetahui dampak negatif dari E-Commerce

BAB II

PEMBAHASAN

2.1       Pengertian E-Commerce

Perdagangan Elektronik (E-Commerce = electronic commerce) adalah bagian dari e-lifestyle yang memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara online dari sudut tempat mana pun (Hidayat, 2008:5). E-Commerce juga dapat diartikan sebagai suatu proses berbisnis dengan menggunakan teknologi elektronik yang menghubungkan antara perusahaan, konsumen dan masyarakat dalam bentuk transaksi elektronik dan pertukaran/penjualan barang, servis, dan informasi secara elektronik (Munawar, 2009:1).

Sedangkan pengertian E-Commerce (Perdagangan Elektronik) menurut Jony Wong (2010:33) adalah pembelian, penjualan dan pemasaran barang serta jasa melalui sistem elektronik. Seperti televisi, radio dan jaringan komputer atau internet.

Menurut Vermaat (2007:83) E-Commerce merupakan transaksi bisnis yang terjadi dalam jaringan elektronik seperti internet. Siapapun yang mempunyai jaringan internet dapat berpartisipasi dalam kegiatan E-Commerce.Komputer yang terkena virus Ransomware Wannacry ini akan tampil seperti ini

2.2       Manfaat Dan Jenis E-Commerce

E-commerce memiliki beberapa manfaat, baik itu dari pemilik usaha maupun  dari segi konsumen sebagai berikut (Suyanto, 2003:50-51) :

  1. Manfaat E-Commerce Dari Segi Pemilik Usaha
  2. Penjualan Global

Dengan adanya E-commerce memungkinkan sebuah perusahaan atau pemilih usaha untuk dapat menjual produk yang mereka buat kepada konsumer yang lebih banyak dikarenakan sifat dari web itu sendiri. Dengan kata lain, perusahaan dapat mencover pasar yang lebih luas. Contoh, perusahaan sepatu yang ada di Amerika ataupun Australia dapat menjual produknya di Indonesia tanpa harus membuka toko baru di Indonesia.

 

  1. Pengurangan Infrastruktur Perusahaan

Dengan adanya e-commerce, perusahaan atau pemilih usaha tidak perlu membuka banyak cabang penjualan ataupun distribusi (akan tetapi dalam beberapa kasus, banyak e-commerce yang tetap membuka gudang penyimpanan ataupun produksi di berbagai negara untuk mempermudah konsumen dalam shipping barang).

 

  1. Pengurangan Biaya Perusahaan/ Meningkatkan Keuntungan Bersih

Dengan adanya E-commerce, pemilik usaha atau perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya yang berlebih dalam menyediakan banyak toko atau gedung serta pegawai yang banyak. Hal ini akan meningkatkan keuntungan dengan menurunkan biaya operasional perusahaan.

 

  1. Pengurangan Harga Produk

Dengan adanya e-commerce, harga barang dapat ditekan semurah mungkin dikarenakan akumulasi dari beberapa manfaat diatas, sehingga konsumen lebih tertarik membeli dan jangkauan juga semakin luas dari berbagai lapisan masyarakat.

  1. Manfaat E-Commerce Dari Segi Konsumen
  1. Belanja 24/7

Manfaat E-commerce yang satu ini sangat membantu konsumen dalam melakukan pengecekan, perencanaan ataupun langsung pembelian atau pemesanan jasa ataupun barang pada usaha tertentu. Berbeda dengan toko yang biasanya tutup pada jam malam seperti toko buku yang hanya terbuka mulai dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam. Toko buku Online dapat terbuka untuk pengecekan dan pembelian 24 jam selama 7 hari atau non-stop. Asyik dan bermanfaat bukan untuk konsumen.

 

  1. Menghemat Waktu

Dengan adanya e-commerce, konsumen dapat menghemat waktu mereka dalam belanja dikarenakan tidak perlu ke tokonya langsung, cukup buka websitenya, cek barang dan kemudian pesan. Barang terkirim. Bermanfaat bukan.

 

  1. Barang/Jasa Semakin Murah

Nah, ini manfaat e-commerce yang betul betul terasa oleh konsumen, hal ini dikarenakan manfaat e-commerce bagi perusahaan sehingga biaya operasional pemilik usaha berkurang sehingga mereka mampu memberikan harga yang lebih murah.

 

  1. Konsumen Mampu Membandingkan Lebih Akurat

Dengan adanya e-commerce khususnya berbasis online, konsumen mampu membandingkan banyak produk sekaligus, tinggal klik, klik, berbeda dengan toko biasa, anda harus berjalan ke beberapa tempat sekaligus apalagi yang berbeda toko. Dengan e-commerce anda tinggal buka komputer, dan cek berbagai harga barang diberbagai toko online, cari yang murah tanpa harus berpindah tempat. Coba saja buka Lazada, Tokopedia, OLX, dan toko online lainnya.

Ada 5 jenis e-commerce yang ada di Indonesia saat ini. Berikut penjelasan dan contohnya (Laudon, 2003:45).

  1. Model B2C (Business to Consumer)

Jenis ini sebenarnya adalah online shop atau toko online yang memiliki alamat website sendiri, lalu menjual produknya sendiri secara langsung kepada konsumen. Model bisnis ini memiliki fokus utama yakni untuk mendapat profit dari penjualan produknya. Misalnya, Lazada, Bhineka, BerryBenka, Bilna dan Tiket.

  1. Berbasis Media Sosial

Berbeda dengan jenis bisnis B2C yang memiliki alamat website sendiri, model bisnis ini memanfaatkan media sosial seperti facebook, twitter dan instagram untuk memasarkan produk. Misalnya, toko online yang tersebar di facebook, twitter dan instagram.

  1. Model C2C (Customer to Customer)

Model bisnis C2C ini disebut dengan marketplace, marketplace sebagai fasilitator untuk penjual dan pembeli melakukan transaksi (rekening bersama). Selain itu biasanya marketplace juga menyediakan layanan khusus untuk penjual mempromosikan barang atau produknya. Misalnya, Bukalapak dan Tokopedia.

  1. Iklan Baris

Bentuk bisnis ini hampir sama dengan marketplace, bedanya adalah iklan baris tidak menyediakan fasilitas rekber. Iklan baris hanya menjadi tempat untuk penjual mengiklankan produknya, kemudian penjual dan pembeli lebih sering melakukan transaksi COD (Cash on Delivery). Misalnya, OLX dan Kaskus.

  1. Shopping Mall

Model shopping mall ini hampir sama dengan marketplace dan iklan baris, bedanya ialah shopping mall hanya menjadi memfasilitasi penjual yang memiliki brand ternama, karena tahap verifikasi yang harus dilewati oleh penjual memang super duper ketat. Misalnya Blibli.

2.3       Dampak Negatif  E-Commerce

  1. Kehilangan segi finansial secara langsung karena kecurangan. Seorang penipu mentransfer uang dari rekening satu ke rekening lainnya atau dia telah mengganti semua data finansial yang ada.
  2. Pencurian informasi rahasia yang berharga. Gangguan yang timbul bisa menyingkap semua informasi rahasia tersebut kepada pihak-pihak yang tidak berhak dan dapat mengakibatkan kerugian yang besar bagi si korban.
  3. Kehilangan kesempatan bisnis karena gangguan pelayanan. Kesalahan ini bersifat kesalahan non-teknis seperti aliran listrik tiba-tiba padam.
  4. Penggunaan akses ke sumber oleh pihak yang tidak berhak. Misalkan seorang hacker yang berhasil membobol sebuah sistem perbankan. Setelah itu dia memindahkan sejumlah rekening orang lain ke rekeningnya sendiri.
  5. Kehilangan kepercayaan dari para konsumen. Ini karena berbagai macam faktor seperti usaha yang dilakukan dengan sengaja oleh pihak lain yang berusaha menjatuhkan reputasi perusahaan tersebut.
  6. Kerugian yang tidak terduga. Disebabkan oleh gangguan yang dilakukan dengan sengaja, ketidakjujuran, praktek bisnis yang tidak benar, kesalahan faktor manusia, kesalahan faktor manusia atau kesalahan sistem elektronik.

 

BAB III

PENUTUP

3.1       Kesimpulan

Awalnya, perdagangan elektronik merupakan aktivitas perdagangan yang hanya memanfaatkan transaksi komersial saja, misalnya mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian secara elektronik. Kemudian berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunyai istilah yang lebih tepat yaitu “perdagangan via web” (pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web).

Berdagang menggunakan E-Commerce mempunyai banyak manfaat, diantaranya adalah dapat menekan biaya barang dan jasa, serta dapat meningkatkan kepuasan konsumen sepanjang yang menyangkut kecepatan untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan harganya. E-Commerce ini, meskipun banyak manfaat dan kelebihannya juga memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah tidak amannya transaksi karena menggunakan kartu kredit atau nomer rekening, sehingga terkadang terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

 

3.2       Saran

Penulis memberi saran bagi pemilik usaha agar dapat lebih meminimalkan celah para pelaku kejahatan khususnya di dunia digital agar tidak mengganggu kenyaman konsumen saat bertransaksi. Konsumen juga harus berhati-hati saat bertransaksi karena banyak cara yang dilakukan para penjahat di dunia maya untuk mengelabui korbannya.