KECAKAPAN ANTAR PERSONAL

“Keterampilan Menulis”

 

DISUSUN OLEH :

Nur Rahman

 

 

 

 

Jl. Surya Kencana No.1 Pamulang-Tangerang Selatan Telpon :(021) 741256

 

 

 

 

Kata Pengantar

 

Segala puji bagi Allah SWT, karena dengan rahmat, hidayah dan inayah-Nya, sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan tepat waktu sebagai salah satu tugas Kecakapan Antar Personal di semester satu ini. Makalah ini yang berjudul: “Keterampilan Menulis” yang dimana semuanya membahas mengenai menulis.

Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna, mengingat keterbatasan kemampuan, pengetahuan dan waktu yang kami miliki. Untuk itu segala pendapat, kritik dan saran yang bersifat konstruktif diharapkan dapat membantu sempurnanya makalah ini.

Semoga apa yang tersirat ini dapat menjadi manfaat bagi pembaca dalam menambah ilmu pengetahuannya serta mendapat keridhoan Allah SWT.

 

 

Jakarta

 

 

Penyusun

 

 

 

Daftar Isi

 

Kata Pengantar

Daftar Isi

BAB I : PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan Penulisan

BAB II : PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Keterampilan Menulis

2.2 Tujuan & Manfaat Menulis

2.3 Jenis-jenis dalam menulis

2.4 Tahap-tahap menulis

2.5 Cara Menumbuhkan Kreatifitas dalam Menulis

BAB III : PENUTUP

3.1 Kesimpulan

3.2 Saran

 

 

 

 

BAB I : PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Menulis adalah kegiatan penyampaian pesan (gagasan, perasaan, atau informasi) secara tertulis kepada pihak lain. Tidak banyak orang yang suka menulis. Di antara penyebabnya ialah karena orang merasa tidak berbakat serta tidak tahu bagaimana dan untuk apa menulis. Alasan itu sebenarnya tak terlepas dari pengalaman belajar yang dialaminya di sekolah. Lemahnya guru, kurangnya model, dan kekeliruan dalam belajar menulis yang melahirkan mitos-mitos tentang menulis, memperparah keengganan orang untuk menulis. Menulis bukan pekerjaan yang sulit melainkan juga tidak mudah. Untuk memulai menulis, orang tidak perlu menunggu menjadi penulis yang terampil. Belajar teori menulis itu mudah, tetapi untuk memraktikkannya tidak cukup sekali dua kali. Frekuensi pelatihan menulis akan menjadikan seseorang terampil dalam bidang tulis-menulis. Oleh karenanya, perlu kita pelajari seberapa penting keterampilan menulis itu sendiri dan juga materi-materi yang memerlukan keterampilan menulis dalam mempelajari dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

 

1.2 Rumusan Masalah

  • Apa yang dimaksud keterampilan menulis?
  • Apa saja tujuan & manfaat menulis?
  • Apa saja jenis-jenis dalam menulis?
  • Apa saja tahap-tahap menulis?
  • Bagaimana cara menumbuhkan kreatifitas dalam menulis?

 

1.3 Tujuan Penulisan

  • Dapat mengetahui apa itu keterampilan menulis
  • Dapat mengetahui tujuan & manfaat menulis
  • Dapat mengetahui jenis-jenis dalam menulis
  • Dapat mengetahui tahap-tahap dalam menulis
  • Dapat mengetahui cara menumbuhkan kreatifitas dalam menulis

 

 

 

 

BAB II : PEMBAHASAN

 

2.1 Pengertian Keterampilan Menulis

Menulis adalah kegiatan melahirkan pikiran dan perasaan dengan tulisan. Dapat juga diartikan bahwa menulis adalah berkomunikasi mengungkapkan pikiran, perasaan, dan kehendak kepada orang lain secara tertulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang harus dikuasai setiap insan, selain ketiga keterampilan lain yaitu membaca, menyimak dan berbicara`

Menulis merupakan keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung. Menulis merupakan kegiatan yang produktif dan ekspresif sehingga penulis harus mampu memanfaatkan kemampuan dalam menggunakan tata tulis, struktur bahasa, dan kosakata`

Dapat disimpulkan bahwa menulis adalah proses mengutarakan pikiran, perasaan, penginderaan, khayalan, kemauan, keyakinan, dan pengalaman yang disusun dengan lambing-lambang grafik secara tertulis untuk tujuan komunikasi.

 

 

2.2 Tujuan & Manfaat Menulis

Kegiatan menulis dilakukan dengan berbagai tujuan. Menulis mempunyai empat tujuan, yaitu untuk mengekpresikan diri, memberikan informasi kepada pembaca, mempersuasi pembaca, dan untuk meng-hasilkan karya tulis. Sedangkan manfaat dari menulis adalah sebagai berikut :

  • Menulis mengasah kecerdasan
  • Menulis mengem-bangkan daya inisiatif dan kreativitas
  • Menulis menumbuhkan keberanian, dan
  • Menulis mendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi.

 

 

2.3 Jenis-jenis dalam menulis­­­­­­­­­­

  • Narasi

yakni karangan/tulisan ekspositoris maupun imajinatif yang secara spesifik menyampaikan informasi tertentu berupa perbuatan/tindakan yang terjadi dalam suatu rangkaian waktu.

  • Deskripsi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang situasi dan kondisi suatu lingkungan (kebendaan ataupun kemanusiaan).

Penyampaiannya dilakukan secara objektif, apa adanya, dan terperinci.

  • Ekposisi

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang sesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilakukan de-ngan tujuan menjelaskan, menerangkan, dan menguraikan sesuatu hal sehingga pengetahuan pendengar/pembaca menjadi bertambah.

  • Argumentatif

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan infor-masi tentang sesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilaku-kan dengan tujuan mempengaruhi, memperjelas, dan meyakinkan.

  • Persuasif

yakni karangan/tulisan yang secara spesifik menyampaikan informasi tentang sesuatu hal (faktual maupun konseptual). Penyampaiannya dilakukan dengan tujuan mempengaruhi, meyakinkan, dan mengajak.

 

 

2.4 Tahap-tahap menulis

Untuk mengorganisasikan kata menjadi kalimat yang baik diperlukan keterampilan menyusun kalimat. Untuk mengorganisasikan kalimat-kalimat menjadi paragraf, diperlukan keterampilan menyusun paragraf. Sementara, untuk mengorganisasikan paragraf-paragraf menjadi sebuah karangan diperlukan keterampilan menulis. Dalam menyusun tulisan diperlukan tahapan-tahapan sebagai berikut:

    1. Tahap Pra Penulisan, Tahap pra penulisan merupan tahap persiapan sebelum     menulis. Dalam tahap ini langkah yang ditempuh, sebagai berikut:
  • Menentukan topik
  • Membatasi topik
  • Menentukan tujuan
  • Membuat kerangka tulisan
  • Menentukan bahan

 

    1. Tahap Penulisan

Tahap penulisan merupakan bahasan setiap butir topik yang terdapat dalam kerangka karangan. Dalam kerangka karangan masih diperlukan penjelasan-penjelasan yang lebih terperinci sehingga pembaca dapat memahami maksud tulisan yang disampaikan. Dalam penulisan, karangan sangat diperlukan pilihan kata yang tepat, cermat, dan lugas, sehingga dalam tahan penulisan ini, penulis harus dapat mencurahkan seluruh penguasaan kosakata yang dimilikinya. Tulisan yang baik adalah tulisan yang tidak lepas dari kaidah-kaidah kebahasaan yang berlaku. Oleh Karena itu karangan harus ditulis dengan ejaan yang tepat, dan sesuai dengan kaidah penulisan yang berlaku.

 

    1. Tahap Revisi

Menyelesaikan tulisan bukan berarti telah selesai melaksanakan kegiatan penulisan. Penulis masih perlu membaca kembali tulisan yang telah dibuat. Kegiatan membaca kembali ini untuk melihat secara teliti bagian-bagian yang perlu mendapat perbaikan, terutama dalam penggunaan ejaan, tanda baca, pilihan kata, paragraf, logika kalimat, sistematika tulisan, pengetikan, dsb. Selain itu, penulis juga perlu melihat kembali, apakah masih ada kekurangan dalam teori, analisis, atau penggunaan kalimat dan paragraf.

 

 

2.5 Cara Menumbuhkan Kreatifitas dalam Menulis

Dalam kehidupan ini kreativitas sangat penting, karena kreativitas merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Kreativitas manusia melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya. Seperti Bill Gate si raja microsof, JK Rolling dengan novel Harry Potternya, Andrea Hirata penulis buku best seller laskar pelangi, dan lain-lain. Apa yang mereka ciptakan adalah karya orisinil yang luar biasa dan bermakna, sehingga orang terkesan dan memburu karyanya.

Bagaimana caranya agar kita mampu menjadi orang yang kreatif?

  • Selalu memiliki rasa ingin tahu.

Orang yang kreatif adalah orang yang gemar mencari informasi, gemar mengumpulkan input, dan cinta ilmu. Tiada berlalu waktu kecuali bertambah dengan input-input yang baru dan segar. Karena itu, kita harus selalu bertanya, sejauh mana kecintaan kita terhadap informasi dan ilmu. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan input tersebut. Bisa lewat buku, sikap meneliti, menyimak, melihat tayangan televisi yang bermanfaat, berdiskusi, merenung, mendengar, menghadiri majelis ilmu, dan sebagainya.

 

  • Terbuka pada hal-hal yang baru.

Setiap saat selalu terjadi perubahan. Sangat ruginya orang yang tidak mau berubah dan tidak menyukai hal-hal baru. Orang kreatif adalah orang yang tidak terbelenggu dengan pendapatnya sendiri. Tentu, terbuka dengan hal-hal baru tidak harus menjadikan kita mengikuti hal-hal baru tersebut. Kita bisa mengolahnya, menyaring hal-hal yang baik, dan menyesuaikan dengan nilai-nilai yang kita anut.

 

  • Berani memikul risiko.

         Semua tindakan kreatif biasanya akan mengundang resiko. Adalah mimpi melakukan sesuatu yang baru tanpa adanya resiko. Rasulullah SAW adalah orang yang kreatif dengan membawa ajaran baru (Islam) ke tengah-tengah umatnya. Konsekuensinya, beliau dimusuhi dan diperangi. Demikian pula dengan Thomas Alfa Edison. Ia adalah orang kreatif yang berani gagal beribu-ribu kali sebelum menemukan bola lampu. Untuk menjadi kreatif, kita harus berani menganggung resiko, keluar dari zona nyaman.

 

  • Memiliki semangat yang membara untuk sukses dalam hidup.

Tanpa semangat, mustahil kita akan mendapat banyak hal dalam hidup. Semangat biasanya akan melipatgandakan kemampuan seseorang untuk berprestasi. Orang yang kreatif, hari-harinya akan selalu bersemangat untuk berproses dalam menggapai semua hal yang diinginkannya.

 

  • Nilai kreativitas akan makin lengkap dengan hati yang jernih sebagai buah dari ibadah yang berkualitas

Biasanya, kejernihan hati akan melahirkan firasat dan ide-ide cemerlang yang akan menjadi nilai tambah dalam kehidupan seorang Muslim. Biasanya, karya-karya monumental selalu berawal dari kejernihan hati dan ketajaman pikiran yang direalisasikan dalam tindakan nyata. Adanya kejernihan hati dapat meningkatkan kreativitas.

 

 

 

 

 

BAB III : PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

Menulis merupakan suatu keterampilan berbahasa yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung, tidak secara tatap muka dengan orang lain. Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif.

Jenis-jenis menulis :

  • Narasi
  • Eksposisi
  • Deskripsi
  • Argumentasi
  • Persuasi

Fungsi utama dari menulis adalah sebagai alat komunikasi yang tidak langsung. Pendidikan sangat memerlukan tulisan sebagai hasil menulis karena menulis dapat berperan untuk mempermudah para pelajar berpikir kritis, merasakan dan menikmati hubungan-hubungan bahasa, memperdalam daya tangkap, memecahkan persoalan yang dihadapi dan memperjelas pikiran-pikiran. Penulis yang baik akan menguasai prinsip-prinsip menulis dan berpikir logis guna mencapai tujuan dari tulisan.

 

3.2 Saran

  • Untuk mahasiswa

Agar mempelajari lebih lanjut mengenai keterampilan menulis praktis dan penerapannya dalam penulisan karya tulis lain.

  • Untuk umum

Agar lebih memperhatikan dan mendalami keterampilan menulis sehingga dapat menerapkannya sejak dini.