Assalamualaikum Wr.Wb
Struktur sistem operasi ada 6 struktur yaitu Struktur Sederhana, Sistem Berlapis (Layered System ), Kernel Mikro, Mesin Maya (Virtual Machine), Clien-Server Model, dan Sistem Berorientasi Objek.
1. Struktur Sederhana
 
Sistem operasi sebagai kumpulan prosedur dapat saling dipanggil oleh prosedur lain sistem bila diperlukan. Banyak sistem operasi komersial yang tidak terstruktur dengan baik. Kemudian operasi dimulai dari yang terkecil, sederhana dan terbatas lalau berkembang dengan ruang lingkup yang originalnya.
2. Sistem Berlapis (Layered System)
 
Sistem operasi dibentuk secara hirarki berdasarkan lapisan-lapisan, dimana lapisan-lapisan bawah memberi layanan lapisan lebih atas. Lapisan yang paling bawah adalah perangkat keras, dan yang paling tinggi adalah user-interface. Sebuah lapisan adalah implementasi dari objek yang merupakan enkapsulasi dari data dan operasi yang bisa memanipulasi data tersebut. Struktur berlapis dimaksudkan untuk mengurangi kompleksitas rancangan dan implementasi sistem operasi. Tiap lapisan mempunyai fungsional dan antarmuka masukan-keluaran antara dua.
3. Kernel Mikro
Metode struktur ini adalah menghilangkan komponen-komponen yang tidak diperlukan dari kernel dan mengimplementasikannya sebagai sistem dan program-program level user. Hal ini akan menghasilkan kernel yang kecil. Fungsi utama dari jenis ini adalah menyediakan fasilitas komunikasi antara program client dan bermacam pelayanan yang ebrjalan pada ruang user.
4. Mesin Maya (Virtual Machice)
Mesin maya mempunyai sistem timesharing yang berfungsi untuk menyediakan kemampuan untuk multiprogramming dan perluaasan mesin dengan antarmuka yang lebih mudah.
Struktur mesin maya ( CP/CMS, VM/370 ) terdiri atas komponen dasar utama :
Control program, yaitu virtual machine monitor yang mengatur fungsi dari prosessor, memori dan piranti I/O. Komponen ini berhubungan langsung dengan perangkat keras.
Conventional monitor system, yaitu sistem operasi sederhana yang mengatur fungsi dari proses, pengelolaan informasi dan pengelolaan piranti.
5. Client-Server Model
Mengimplementasikan sebagian besar fungsi sistem operasi pada mode pengguna (user model). Sistem operasi merupakan kumpulan proses dengan proses-proses dikategorikan sebagai server dan client, yaitu :
Server adalah proses yang menyediakan layanan.
Client adalah proses yang memerlukan atau meminta layanan.
Proses client yang memerlukan layanan mengirim pesan ke server dan menanti pesan jawaban. Proses server setelah melakukan tugas yang meminta, mengirim hasil dalam bentuk jawaban ke proses client. Server hanya menanggapi permintaan client dan tidak memulai dengan percakapan client. Kode dapat diangkat ke level tinggi, sehingga kernel dibuat sekecil mingkin dan semua tugas diangkat ke bagian proses pemakai. Kernel hanya mengatur komunikasi antara client dan server. Kernel yang ini populer dengan sebutan mikrokernel.
6. Sistem Berorientasi Objek
Sistem operasi merealisasikan layanan sebagai kumpulan proses disebut sistem operasi bermodel proses. Pendekatan lain implementasi layanan adalah sebagai objek-objek. Sistem operasi yang distrukturkan menggunakan objek disebut sistem operasi yang berorientasi objek. Pendekatan ini dimaksudkan untuk mengadopsi keunggulan teknologi berorientasi objek. Pada sistem yang berorientasi objek, layanan diimplementasikan sebagai kumpulan objek. Objek mengkapsulkan struktur data dan sekumpulan operasi pada struktur data itu. Tiap objek diberi tipe yang menandai properti objek seperti proses, direktori berkas, dan sebagainya. Dengan memnaggil operasi yang mendefinisikan di objek, data yang dikapsulkan di akses dan dimodifikasi. Model ini sungguh terstruktur dan memisahkan antara layanan yang disediakan dan implementasinya. Sistem operasi MS Windows NT telah mengadopsi beberapa teknilogi berorientsasi objek tetapi belum keseluruhan.
Wassalamualaikum Wr.Wb